Profil Singkat
RA Al-Hidayah Candikuning merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di bawah naungan Yayasan Sosial Al-Hidayah Bedugul, dengan akta notaris AHU-0002548.AH.01.04 Tahun 2015. Yayasan ini beralamat di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. RA Al-Hidayah sendiri berdiri pada 3 Juli 1985 dengan Nomor Statistik Madrasah (NSM) 101251020001 dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 69888124. Sekolah ini berlokasi di Kelurahan Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, dan memiliki status tanah milik sendiri seluas 154 m².
Kepala RA Al-Hidayah saat ini adalah Nia Haryati, S.Pd., kelahiran Candikuning, 3 Juli 1994, yang beragama Islam dan berpendidikan terakhir S1. Beliau berdomisili di Jalan Denpasar–Singaraja Km 50, Candikuning, dengan nomor telepon 085792062369.
Dari segi sarana prasarana, RA Al-Hidayah memiliki 3 ruang kelas berukuran 5 x 3 meter, 1 ruang kantor berukuran 3 x 2 meter, 2 toilet berukuran 2 x 2 meter, 1 teras berukuran 6 x 1,5 meter, dan 1 gudang berukuran 3 x 3 meter. Seluruh fasilitas dalam kondisi baik dan layak digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Pada Tahun Ajaran 2025/2026, jumlah peserta didik RA Al-Hidayah mencapai 52 anak, terdiri dari 27 laki-laki dan 25 perempuan. Jika dilihat dari usia, terdapat 2 anak usia 3–4 tahun serta 50 anak usia 4–5 tahun, sehingga mayoritas peserta didik berada pada rentang usia persiapan masuk pendidikan dasar.
Visi RA Al-Hidayah adalah “Membentuk anak yang cerdas, baik, terampil, berakhlak mulia, sholeh/sholihah, sehingga terwujud anak yang kreatif dan mandiri.” Untuk mewujudkan visi tersebut, RA Al-Hidayah memiliki sejumlah misi, antara lain: melaksanakan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, inovatif, serta menyenangkan; memperdalam keimanan dan keislaman melalui praktik ibadah dan kemampuan membaca Al-Qur’an; menanamkan akhlakul karimah; menerapkan program peningkatan gizi; menumbuhkembangkan potensi anak; membina kemandirian melalui kewirausahaan dan pengembangan diri; serta menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan intelektual, emosional, sosial, keterampilan, dan budaya lokal dalam kebhinekaan global.
RA. Al-Hidayah Bedugul

