Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah Candikuning

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah Candikuning merupakan lembaga pendidikan dasar berciri khas Islam setingkat sekolah dasar yang berada di bawah naungan Yayasan Sosial Al-Hidayah Bedugul. Madrasah ini berdiri pada tanggal 1 Agustus 1959 dengan nama awal Madrasah Wajib Belajar 8 Tahun Al-Washilijah yang mendapat pengakuan dari pemerintah pada 1 April 1960 dengan nomor P/1/19107 oleh Bapak H. Moh. Ansar Soerjohadi Broto. Seiring perkembangan, pada tahun 1978 nama tersebut berubah menjadi MI Al-Hidayah bertepatan dengan berdirinya Yayasan Sosial Al-Hidayah. Pada tahun 2016 MI Al-Hidayah memperoleh pembaruan izin operasional dari Kementerian Agama Provinsi Bali dan pada akreditasi tahun 2019 berhasil meraih predikat Akreditasi B dengan nilai 90 dari BAN-S/M Provinsi Bali.

Dalam perjalanannya, MI Al-Hidayah telah dipimpin oleh 18 kepala madrasah sejak tahun 1957, mulai dari Ustazd Imran sebagai kepala madrasah pertama hingga kepemimpinan saat ini di bawah Subandi, S.Pd.I., M.Pd. Pergantian kepemimpinan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan dalam pengelolaan pendidikan yang terus berkembang dari generasi ke generasi.

Secara geografis, MI Al-Hidayah terletak di daerah pegunungan yang sejuk dan strategis, tepat di tengah kawasan wisata Danau Beratan Bedugul, yaitu di Jalan Raya Candikuning Km. 50, Banjar Dinas Candikuning II, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Madrasah ini berdiri di atas tanah wakaf seluas 5.892 m² hasil urunan masyarakat Candikuning yang diwakafkan untuk pembangunan pendidikan Islam. Dari luas tersebut, MI menempati area 800 m² dengan batas-batas barat berbatasan dengan MTs Al-Hidayah, timur berbatasan dengan Kantor Dinas Kehutanan, utara berbatasan dengan perumahan penduduk dan Masjid Besar Al-Hidayah, serta selatan berbatasan dengan Restoran Mentari dan tanah milik Pemerintah Provinsi Bali.

MI Al-Hidayah memiliki visi mewujudkan madrasah BARU (Bersih, Agamais, Relevan, Untung) yang terdepan dalam membentuk generasi Islam berilmu, beriman, beramal shalih, berakhlak mulia, moderat, patriotis, serta cinta lingkungan. Misi yang diemban antara lain meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, memperkuat pendidikan agama dan karakter, meningkatkan kualitas manajerial dan pelayanan pendidikan, mengembangkan sarana prasarana, serta memperkuat citra lembaga bersama masyarakat. Motto madrasah yang sederhana namun sarat makna adalah “Bismillah ke Sekolah, Alhamdulillah di MI Al-Hidayah.”

Dalam pelaksanaannya, MI Al-Hidayah memiliki sejumlah program unggulan, antara lain Belajar dan Berhasil (B & B) melalui pembelajaran berbasis proyek dan kearifan lokal, penguatan ciri khas Agri Eco Edu Wisata dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, Kelas Takhassus untuk pendalaman materi melalui kegiatan ekstrakurikuler, serta program Gali Potensi Banyak Prestasi untuk mengembangkan bakat siswa. Selain itu, madrasah ini juga menekankan pentingnya inovasi digitalisasi, membangun guru mandiri yang berdedikasi, dan mendorong partisipasi masyarakat melalui Wakaf Pendidikan.

Tenaga pendidik dan kependidikan di MI Al-Hidayah berjumlah 26 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 18 perempuan. Dari jumlah tersebut, 2 orang berpendidikan S2, 18 orang lulusan S1, dan sisanya sedang menempuh pendidikan lanjutan. Para guru berasal dari latar belakang keilmuan agama maupun umum, dengan pengalaman mengajar yang bervariasi mulai dari 1 tahun hingga lebih dari 30 tahun, sehingga menjadi kekuatan besar dalam membangun kualitas pembelajaran.

Peserta didik di MI Al-Hidayah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data enam tahun terakhir menunjukkan jumlah siswa berkisar antara 287 hingga 353 orang. Peningkatan ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Dalam hal sarana dan prasarana, MI Al-Hidayah memiliki 16 ruang kelas dengan kondisi sebagian besar baik, namun beberapa di antaranya membutuhkan perbaikan. Selain itu, terdapat ruang kepala, ruang guru, ruang TU, perpustakaan, koperasi, ruang praktik ibadah, dan ruang tamu. Meskipun demikian, masih diperlukan penambahan fasilitas seperti laboratorium, ruang UKS, gudang, pos satpam, area parkir, serta toilet tambahan untuk mendukung kenyamanan dan kualitas pembelajaran.

Scroll to Top